Minggu, 06 Desember 2015

TUGAS METODE PENELITIAN: MEMBUAT ESSAI



Makna di Balik Penayangan Iklan  Kampanye
Oleh: Armi Susanti

Demokrasi di Indonesia telah memberikan hak kepada masyarakat untuk memilih sendiri pemimpinnya.  Dengan diberlakunya sistem ini para politikus pun berlomba-lomba untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. Baik secara langsung maupun tidak langsung masyarakat akan di tawarkan janji-janji yang belum tentu akan ditepati oleh para calon pemimpin. Melalui kampanye mereka akan melakukan persuasi politik terhadap masyarakat. Mereka akan berlomba untuk mempromosikan dan mempublikasikan diri mereka.

Menurut Ashadi Siregar (2006) kampanye melalui media, terutama media massa hanya akan mengalirkan dana ke industri media. Bagian terbesar dan belanja kampanye digunakan untuk membeli halaman media cetak dan jam siaran media penyiaran. Kampanye kemudian dijadikan sebagai ajang pencitraan demi terpilihnya mereka dalam pemilu nanti.

Kampanye dengan menggunakan media massa dianggap efektif untuk menarik simpati dari masyarakat. Iklan yang menghadirkan sosok calon pemimpin di media cetak maupun media elektronik akan semakin banyak ketika menjelang pemilihan. Iklan tersebut akan memuat profil tentang calon pemimpin, visi-misi, dan tentunya motto calon pemimpin yang bertujuan mempersuasi masyarakat untuk memilihnya.

Dari penayangan iklan kampanye calon pemimpin rata-rata akan selalu menghadirkan pesan yang bermakna seseorang yang merakyat. Seperti calon pemimpin yang datang ke pasar tradisional yang begitu akrab dengan para pedagang, ke lokasi pertanian, perkebunan atau di lokasi nelayan. Pemimpin di sini digambarkan yang seakan-akan selalu dekat dengan masyarakat, yang tau akan keinginan dari rakyat dan yang akan mewujudkan harapan-harapan masyarakat. Slogan atau motto juga bermakna demikian berisikan kata-kata yang penuh harapan dan yang menyentuh masyarakat. Tak hanya dari segi pesan yang dimuat iklan-iklan kampanye juga dibuat semenarik mungkin. Dengan tampilan yang kreatif akan menambah nilai tersendiri bagi masyarakat yang melihatnya.

Pada dasarnya iklan yang dibuat oleh para calon pemimpin merupakan bentuk dari pencitraan diri. Masyarakat akan disuguhkan iklan kampanye yang mempunyai makna pesan dan masyarakat dibiarkan untuk menginterpretasikan sendiri. Penayangan iklan kampanye calon pemimpin akan mempersuasi masyarakat untuk memilihnya dengan konten iklan yang menarik dan kreatif.

Daftar Pustaka
Siregar, Ashadi, 2006. Etika Komunikasi, Yogyakarta: Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar