TUGAS KOMUNIKASI BISNIS
RESUME KOMUNIKASI ANTARPERSONAL DALAM LINGKUNGAN BISNIS
RESUME KOMUNIKASI ANTARPERSONAL DALAM LINGKUNGAN BISNIS
NAMA : ARMI SUSANTI
NPM : D1E013002
NPM : D1E013002
ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BENGKULU
2015
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BENGKULU
2015
KOMUNIKASI
ANTARPESONAL DALAM LINGKUNGAN BISNIS
- Kesan diri dibentuk melalui komunikasi antarpesonal dan melalui interaksi dengan orang lain. Orang menerima berbagai pesan yang berbeda dari orang dan membuat kesimpulan mengenai apa yang mereka maksudkan dengan kesan diri. Konsep ini disebut denngan hal lain yang disamaratakan.
- Komunikator bisnis membawa konsep diri yang relatif stabil ke dalam presentasi bisnis, wawancara, dan bentuk-bentuk komunikasi lainya. Setiap orang akan melakukan sedikit modifikasi konsep diri. Konsep diri yang negatif akan sulit dimodifikasi. Biasanya mereka yang mempunyai pengalaman negatif dalam memproses kesan diri akan menemunkan isyarat-isyarat negatif dalam lingkungan, orang seperti ini tidak mudah percaya terhadap umpan balik positif. Orang-orang yang mempunyai konsep diri positif meningkatkan prilaku diri sendiri dengan cara mendapatkan kritikan orang lain. Selain itu mereka mudah beradaptasi dengan umpan balik. Mereka akan aktif mencari informasi seperti apa mereka dan akan melakukan evaluasi terhadap perbuatannya.
- Konsep diri adalah penyaring informasi yang datang kepada seorang individu. Semakin realitas dan positif konsep diri maka semakin responsif pegawai tersebut mencari dan menghadirkan umpan balik yang efektif.
Hubungan
- Hubungan dalam lingkungan bisnis penting karena bagi tim kerja akan menimbulkan produktivitas yang efektif. Hubungan timbul berdasarkan pemenuhan kebutuhan bersama. Tiga kebutuhan antarpesona: inklusi (dilibatkan), control, dan afeksi (kasih sayang).
- Seseorang ada yang mempunyai kebutuhan inklusi yang tinggi dan kebutuhan inklusi yang rendah. Seseorang dengan kebutuhan inklusi yang sangat tinggi dan sangat rendah didorong oleh keprihatinan yang sama, yaitu mereka takut tidak diakui. Orang-orang dengan kebutuhan inklusi yang tinggi untuk melibatkan orang lain mungkin tidak benar-benar selektif terhadap rekan kerjanya, tetapi orang-orang dengan kebutuhan inklusi rendah mungkin akan sangat selektif terhadap orang-orang yang bekerja dengannya.
- Kebutuhan akan control (pengendalian) berhubungan dengan suatu harapan akan kekuasaan, perasaan menjadi seorang pemimpin dan pemegang wewenang yang berhak mengubah lingkungan. Seorang dengan kebutuhan inklusi dan control yang tinggi mungkin berupaya mendominasi situasi secara langsung. Sebaliknya dengan orang kebutuhan kontrol yang rendah dan kebutuhan penerimaan wewenanganya tinggi seringkali merupakan bawahan yang setia.
- Kebutuhan afeksi diekspresikan dengan memberikan belaian, indikasi verbal dan nonverbal mengenai prilaku pegawai yang dinilai oleh orang lain dalam kelompok kerja. Orang-orang dengan kebutuhan afrksi yang tinggunkan mencari hubungan yang hangat dan intim. Mereka mengharapakan orang lain mengakui nilai mereka dan memberikan umpan balik yang positif. Seseorang dengan kebutuhan afeksi yang rendah seringkali menjadi seseorang yang dingin. Mereka tidak membentuk persahabatan dengan mudah, bahkan cenderung sangat selektif dalam mengembangkan hubungan.
Keterbukaan
- Keterbukaan melibatkan penyingkapan terhadap orang lain, hasil reaksi untuk menstimulasi dengan jujur dan pemilikan perasaan. Keterbukaan ditunjukan dengan memberikan tanggapan secara spontan dan tanpa adanya alasan komunikasi dan umpan balik orang lain. Aspek keterbukaan adalah gaya komunikasi yaitu bagaiamana informasi itu dibagikan.
Tingkatan Penyingkapan
- Tingkatan penyingkapan dibagi menjadi 5. Tingkat 1, yaitu tingkat komunikasi dasar, melibatkan rutinitas atau ritual. Melalui tingkat ini, kita menyadari kehadiran mereka dan mereka adalah orang-orang dalam lingkungan. Tingkat 2 melibatkan percakapan informasi umum. Informasi ini tidak rahasia, tidak mengancam dan tidak ada resiko yang ditanggung jika informasi ini dibagikan. Tingkat 3 melibatkan penyingkapan opini, kepercayaan, dan nilai. Resiko mulai diambil. Kepercayaan telah dibangun oleh pengirim pesan. Tingkat 4, pengekspresian perasaan dapat dilakukan secara lebih baik, suasana dijernihkan, hubungan dutegaskan, dan sebagainya. Tingkat 5 dicadangkan untuk keadaan khusus pada hubungan yang khusus. Disebut juga dengan komunikasi puncak atau komunikasi intim.
GAYA KOMUNIKASI ORGANISASIONAL
- Gaya komunikasi terdiri atas gaya vertical dan gaya horisintal. Gaya demokratik dianggap tepat untuk dipakai di organisasi. Gaya komunikasi ini akan menciptakan suatu suasana yang mendorong orang-orang di dalamnya untuk mengembangkan hubungan secara lebih peduli dan terbuka. Gagasan-gagasan dengan bebas mengalir ke atas dan ke bawah dan mengalir melintasi divisi-divisi dalam organisasi.
Tugas dan Hubungan
- Dimensi tugas meliputi faktor-faktor sperti informasi pekerjaan, prosedur organisasi, rencana pemasaran dan informasi lainnya yang diperlukan untuk melengkapi prosedur pelayanan, penjualan atau pabrikasi. Dimensi hubungan meliputi fakta-fakta yang menyatakan bahwa seseorang dianggap memenuhi sebagai ketua tim dan penyelia memberikan kepercayaan kepadanya.
Iklim
- Iklim organisasi adalah sifat emosional intern organisasi yang didasarkan pada bagaimana senangnya para anggota organisasi terhadap satu sama lain dan terhadap organisasi. Iklim terbagi menjadi dua yaitu iklim bertahan dan iklim mendukung. Iklim bertahan mempunyai atmosfer yang terkesan berat dan represif. Sedangkan iklim mendukung orang-orang merasa dihormati dan satu sama lain saling memberikan dorongan untuk menyelesaikan tugasnya yang menumpuk.
- Iklim bertahan mempunyai karakteristik yaitu evaluasi, control, strategi, kenetralan, keunggulan dan kepastian. Iklim mendulung mempunyai karakteristik yaitu deskripsi, orientasi masalah, spontanitas, empati, kesamaan, dan provisionalisme.
- Budaya organisasi merupakan iklim organisasi. Iklim tersebut mencerminkan tingkat kesengangan dalam organisasi. Yang diperlukan adalah mengenali prilaku yang mendorong iklim mendukung dan mengurangi sikap bertahan yang mengancam pengembangan hubungan produktif dalam organisasi.
GAYA MANAJEMEN ANTARPESONA
- Pada manajemen teori x, para manajer berpikir bahwa para pekerja malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak dapat dipercaya untuk bekerja atas pekerjaan, maka dibutuhkan pemaksaan, pengendalian, pengarahaan dan ancaman. Para manajer teori x berkeyakinan tanggung jawab mereka adalah mengendalikan, mengancam, mengarahkan dan mengatur aktivitas bawahan.
- Gaya manajemen teori y mencerminkan sekumpulan kepercayaan yang kontras mengenai sifat manusia. Teori y menyajikan pandangan yang postif mengenai hubungan manusia dalam manajemen organisasi. Para manajer y percaya bahwa kondisi dalam keadaan baik, maka bekerja pun seperti bermain dan beristirahat. Menurutnya salah satu fungsi manajamen adalah memberikan kondisi yang baik. Suatu pekerjaan yang menantang dan memuaskan akan mendorong dan memotivasi paea pekerja. Motivasi akan meningkat pada saat kebutuhan penghargaan diri dan perwududan diri terpenuhi.
·
Prinsip-prinsip teori z:
1.
Pekerjaan jangka panjang
2.
Proses promosi dan evaluasi yang relative lamban
3.
Peluang karier yang luas
4.
Pembuatan keputusan secara mufakat
5.
Kepercayaan dan equalitarianisme
6.
Perhatian yang diberikan bersifat holisitik terhadap orang-orang
7.
Struktur pengikutsertaan pada forum diskusi
MOTIVASI DALAM ORGANISASI
- Kebutuhan motivasi dalam urutan yang lebih tinggi meliputi peluang-peluang pertumbuhan peluang pribadi, pencapaian, penghargaan, kemajuan, tanggung jawab, dan kenyamanan kerja itu sendiri. Untuk memotivasi seorang pegawai, sebagai langkah awal seorang manajer harus memenuhi kebutuhan atau menjaga kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar meliputi berupa gaji yang memadai, jaminan pekerjaan dan kehidupan pribadi, kondisi kerja yang baik, dan sebagainya.
TEORI MANAJEMEN ANTARPESONA LAIN
- Para manajer dapat dikategorikan berdasarkan pada cara mereka berinteraksi dengan para pegawai yang berkaitan dengan dua masalah utama perhatian terhadap produksi dan perhatian terhadap orang-orang.
1.
Manajemen yang miskin. Pengerahan usaha minimal untuk menyelesaikan pekerjaan
yang dikehendaki merupakan hal yang wajar untuk menopang keanggotaan organisasi
2.
Manajemen pemenuhan wewenang. Efisiensi dalam operasi dilakukan melalui
pengaturan kondisi kerja sedemikian rupa sehingga elemen-elemen manusia
mencampuri derajat minimal.
3.
Manajemen moderat. Kinerja organisasi yang memadai sangat ditekankan
melalui penyeimbangan kebutuhan-kebutuhan yang akan menghasilkan suatu
pekerjaan melalui pemeliharaan moral para pegawai
4.
Manajemen country club. Perhatian yang bijaksana terhadap
kebutuhan-kebutuhan orang untuk memuaskan hubungan menghasilkan atmosfer
organisasi dari waktu kerja yang menyenangkan dan bersahabat
5.
Manajemen kelompok. Prestasi kerja berasal dari orang yang
diperkerjakan, keadaan saling ketergantungan melalui tujuan bersama.
KEKUASAAN DAN KONFLIK
- Kekuasaan merupakan suatu pengaruh yang mengakui bahwa seseorang memiliki kekuasaan terhadap orang lain dan berdasar pada ketergantungan orang lain. Pada seluruh organisai, adanya kekuasaan yang seimbangan merupakan suatu hal yang penting.
- Apabila terjadi persaingan kekuasaan dalam suatu organisasi , maka muncullah konflik. Beberapa konflik merupakan suatu hal yang baik dan diperlukan dalam suatu organisasi. 4 keuntungan utama konflik:
1.
Banyak situasi konflik memiliki efek penyebaran konflik yang lebih
serius
2.
Situasi konflik menuntun kita untuk memperoleh informasi baru, cara-cara
baru dalam memandang sesuatu.
3.
Konflik antarkelompok bertujuan untuk meningkatkan kepaduan kelompok
4.
Konflik memberikan peluang kepada para individu atau kelompok untuk
mengukur kekuasaan, kekuatan dan kemampuan.
- Kekuasaan secara sah dapat digunakan untuk membuat perubahan pribadi yang bertujuan untuk menyusun kembali suatu organisasi. Semua penerapaan kekuasaan secara langsung tanpa berkonsultasi dengan pihak terkait akan menimbulkan konflik.
Manajemen Konflik
- Apabila konflik timbul dan ketidaksetujuan antarpesona meruncing, maka manajemen bertanggung jawab untuk mengatur situasi demi kebaikan organisasi. Lima karakteristik yang berlaku untuk manajemen konflik adalah:
1.
Keterbukaan
2.
Empati
3.
Sikap mendukung
4.
Sikap positif
5.
Kesamaan
- Konflik juga bisa diselesaikan dengan menggunakan pihak ketiga. Semua pihak seharusnya bersedia tunduk pada negosiasi atau arbitrasi pihak ketiga. Tunduk pada campur tangan pihak ketiga dapat dipandang sebagai manajemen konflik yang lebih positif bukan sebagai ketidaksetujuan yang terus berlanjut tanpa adanya penyelesaian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar